Tidak hanya sebagai bahan pembuatan untuk pintu, jendela, UPVC juga menjadi bahan baku untuk material bangunan lain. Contohnya saja pembuatan genteng UPVC yang peminatnya makin banyak. Pada umumnya genteng terbuat dari tanah lihat, yang mana setelah mengalami proses pencetakan maka genteng dari tanah lihat akan mengalami proses pembakaran dalam suhu yang tinggi.
Lalu bagaimana dengan genteng UPVC?
Baca Juga: 4 Kesalahan yang Bikin Pintu dan Jendela UPVC Rusak
Mengenal Genteng UPVC

Genteng dari UPVC ini memiliki desain yang cukup modern dan juga dinamis. Keberadaannya menjadi alternatif sebagai pengganti penggunaan genteng dari tanah liat. Perlu Anda ketahui walau telah mengalami proses pembakaran dengan suhu yang tinggi, tetapi genteng tanah liat ini rawan rusak. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari tertimpa benda berat dan juga jatuh ke tanah.
Warna genteng tanah liat itu-itu saja, beda dengan genteng bahan UPVC. Genteng dari UPVC memberikan berbagai pilihan warna yang dinamis. Mulai dari warna merah, kuning hijau, cokelat. Hal ini tentu saja memberikan kesenangan tersendiri bagi para konsumen.
Keuntungan menggunakan genteng dari UPVC antara lain memiliki berat yang ringan. Meskipun ringan genteng ini cukup kuat dan tahan lama. Selain itu juga tidak mudah berubah warna karena perubahan cuaca. Selain kuat, genteng dari UPVC juga bisa tahan api sehingga lebih aman serta menghindari kerugian besar, saat terjadi bencana seperti kebakaran.
Proses Pembuatan Genteng dari UPVC dan Perawatannya
Meningkatnya permintaan genteng dari UPVC ini, tak ayal membuat para pembuat genteng memiliki semangat produksi yang tinggi. Proses pembuatan genteng ini memang lumayan rumit, tetapi jelas sebanding dengan hasilnya. Berikut adalah proses pembuatan genteng yang satu ini:
Pemilihan dan Penggilingan Bahan
Bahan dasar pembuatan genteng UPVC tentu saja adalah polivinil klorida, yang umumnya berbentuk serpihan atau butiran. Proses pertama dalam pembuatan genteng dengan bahan ini adalah pemilihan bahan yang berkualitas. Kemudian penghalusan PVC menjadi serbuk halus sebelum menuju proses selanjutnya.
Proses Ekstrusi
Bahan PVC yang sudah siap selanjutnya mendapat tambahan pigmen berwarna, bahan pengisi stabilisator dengan mesin pencampur dan menghasilkan campuran homogen. Proses selanjutnya memasukkan bahan ke mesin ekstrusi. Bahan yang sudah cair pun akan menjadi lembaran UPVC dengan berbagai warna yang indah.
Pemotongan
Setelah proses pencetakan, maka saatnya lembaran UPVC mengalami proses sesuai dengan desain atau model yang Anda inginkan. Pemotongan menggunakan mesin potong dan bukan manual sehingga lebih presisi.
Penambahan Detail
Setelah proses pemotongan, selanjutnya adalah proses pengolesan permukaan genteng dari UPVC. Pengolesan ini akan membentuk tekstur tertentu yang khas, sekaligus pengecekan kualitas genteng. Konsumen hanya akan mendapatkan produk terbaik dan sudah melewati proses QC yang ketat.
Pengecekan dan Pengepakan
Genteng dari UPVC akan melalui proses pengecekan kualitas untuk memastikan kualitasnya. Produsen memastikan bahwa kualitas genteng tersebut baik dan juga tidak ada kerusakan. Selanjutnya pengemasan genteng untuk melindungi dari proses kerusakan di jalan.
Proses pengiriman genteng dari UPVC juga harus hati-hati, karena rentan patah dan rusak apabila penanganannya kurang tepat. Sehingga Anda harus pastikan produsen yang memproduksi dan menginstalnya sudah berpengalaman.
Baca Juga: 2 Pertimbangan Penting Memilih UPVC vs Alumunium
Jika Anda membutuhkan genteng UPVC untuk kebutuhan rumah, silahkan kunjungi tetaupvc.com yang menjual berbagai macam UPVC untuk kebutuhan Anda. Dengan harga yang terjangkau serta pembayaran mudah, baik online maupun offline. Website ini juga memberikan penawaran pemasangan pintu, jendela UPVC gratis ke seluruh wilayah Indonesia.
