Hunian dengan view menghadap ke laut lepas memang memiliki sensasi tersendiri. Menjadi impian banyak orang, terutama yang sudah bosan dengan hiruk-pikuk kota yang sarat polusi. Apalagi bila kawasan sekitar pantai terawat dan terkelola dengan baik, serasa kita bisa menikmati suasana liburan setiap hari.
Baca Juga: Manfaat Bangun Rumah dengan Bantuan Jasa Kontraktor Bangunan
Namun, ada hal yang perlu kita ingat bahwa hunian dalam bentuk apapun di tepi pantai cenderung lekas rusak. Demi menjaga ketahanan bangunan, upaya perawatan harus dilakukan secara rutin dan jelas menelan biaya yang tidak murah. Apalagi material yang digunakan dominan dari kayu, dampak kerusakan akan terjadi lebih cepat dan parah apabila tidak dibarengi dengan maintenance rutin.
Untung saat ini sudah banyak material alternatif dengan ketahanan yang lebih paten daripada kayu. Salah satu contoh adalah material UPVC.
Apa Itu UPVC?
UPVC (Unplasticized Poly Vinyl Chloride) merupakan material berbahan dasar plastik yang sifat lenturnya berkurang karena rangkaian proses. Jadinya menghasilkan sebuah material yang lebih padat, berat, dan kokoh. Dengan demikian memungkinkan UPVC menopang atau membingkai benda padat lainnya atau kita kenal dengan sebutan kusen.
Selain kusen, UPVC juga kerap dimanfaatkan sebagai material utama pembuatan pintu. Siapa sangka, hunian modern banyak menggunakan pintu dan kusen UPVC. Dengan harga yang lebih terjangkau, kita bisa mendapatkan pintu yang lebih awet serta tampilan yang tak kalah mewah seperti kayu.
Alasan Material UPVC Cocok untuk Apartemen di Tepi Pantai

Faktor alam ditunjuk sebagai “biang kerok” penyebab kerusakan pada pada badan bangunan maupun interior apartemen tepi pantai. Beberapa contoh kerusakan tersebut berupa:
Pelapukan Akibat Percikan Ombak
Saat gelombang air tinggi, hempasan air yang menghantam jendela dan pintu secara intens berpotensi besar mengakibatkan pelapukan. Apalagi bila pintu dan kusen terbuat dari kayu low quality, tanda-tanda pelapukan sudah mulai terlihat hanya dalam hitungan waktu kurang 1 tahun.
Pintu plastik memang bisa jadi solusi. Hanya saja, bila sifat bawaannya masih murni, maka terjangan air berisiko membuat permukaan pintu ini lambat laun melengkung. Karena itu, pintu dan kusen UPVC dinilai lebih layak menggantikan kayu maupun material plastik murni.
Karat Akibat Air Laut Maupun Tempias Hujan
Selain hempasan ombak, kadangkala air laut merambat naik ke teras bersama dengan butiran pasir yang ikut terbawa. Kadar garam pada air laut beserta pasir yang terbawa sangat mudah membuat pintu, engsel, dan kusen berkarat.
Bagaimana dengan lantai atas? Apakah bisa selamat dari kerusakan?
Belum tentu. Ingat bahwa gerakan angin di pantai selalu ekstrem. Saat hujan, angin pantai mendorong air ke segala arah sehingga tempias ke lantai atas sekalipun. Kondisi basah ini turut memicu terjadinya karat pada pintu dan kusen. Namun jika kita menggunakan material UPVC, kekhawatiran seperti itu tak perlu ada karena UPVC sudah teruji anti karat.
Pengelupasan Akibat Radiasi Matahari
Bukan hanya berhadapan dengan air dan angin, tinggal di tepi pantai juga harus siap dengan panas matahari yang menyengat. Radiasi matahari ini dapat membuat pintu, jendela, kusen, hingga perabotan interior berbahan kayu terkelupas dan memudar. Hanya UPVC yang sejauh ini mampu bertahan lebih lama menghadapi terpaan radiasi matahari daripada material lainnya.
Baca Juga: Ternyata Lantai Hingga Kusen Kamar Mandi Rumah Sakit Bisa Pakai Material UPVC
Dengan adanya material UPVC, masa pemakaian pintu dan kusen bisa lebih panjang sekalipun apartemen berada di titik terdekat dengan pantai. Ketahanan ini membantu kita menjaga nilai properti agar tidak merosot hanya karena munculnya berbagai kerusakan pada badan bangunan maupun interiornya. Semoga bermanfaat.
