Pemilihan desain hunian tidak hanya memperhatikan faktor estetikanya saja. Tapi juga harus mempertimbangkan faktor kenyamanan. Terutama saat tinggal di negara tropis. Penggunaan kusen UPVC untuk hunian bergaya arsitektur tropis sangat mendukung kenyamanan hunian Anda.
Konsep arsitektur tropis sudah banyak berdiri di Indonesia. Karena Indonesia memang berada di iklim tropis. Tapi sayangnya, tidak semua orang bisa memahami bagaimana ciri dan konsep rumah tropis. Ada banyak ciri-ciri rumah arsitektur gaya tropis yang membedakannya dengan arsitektur lainnya.
Baca Juga: Ini yang Jadi Perbedaan UPVC dan PVC
Ciri Arsitektur Gaya Tropis Lainnya dengan kusen UPVC

Selain memiliki atap berbentuk segitiga, ini ciri khas hunian tropis lainnya:
Dinding yang Kokoh
Bagi masyarakat yang tinggal di negara tropis seperti Indonesia, dinding tidak hanya sebatas penahan beban atap. Tapi juga sebagai sekat untuk menjaga privasi. Karena masyarakatnya masih menjunjung tinggi adab dan privasi.
Alih-alih menggunakan konsep open space. Rumah tropis justru tetap mempertahankan dinding sebagai penyekat ruangan permanen. Tujuannya adalah menjaga privasi pemilik rumah agar lebih terjaga.
Penggunaan Jendela yang Lebar
Jendela adalah salah satu komponen yang harus ada pada rumah tropis. Tidak hanya jendela depan saja. Tapi juga jendela samping kiri dan kanan. Jendela merupakan tempat untuk sirkulasi udara yang paling maksimal. Dengan jendela yang banyak dan lebar pula, sinar matahari bebas masuk ke dalam ruangan.
Tidak hanya itu, masyarakat tropis menggunakan jendela untuk menghindari pengap di dalam ruangan. Saat musim hujan tiba, jendela bisa menutupnya untuk mengurangi tampias air masuk ke dalam ruangan.
Penggunaan Ventilasi Silang
Ventilasi silang adalah ventilasi yang memungkinkan udara masuk melalui satu lubang dan keluar dari lubang lainnya. Ventilasi ini memungkinkan rumah terasa sejuk meski tanpa menggunakan pendingin ruangan. Penggunaan jendela dan ventilasi yang maksimal akan membuat rumah terasa sejuk dan sehat.
Penggunaan Warna Cerah
Rata-rata, masyarakat tropis menggunakan warna cat dinding yang cerah. Bukannya tanpa alasan. Warna cat dinding cerah akan memberi kesan luas untuk rumah yang sempit.
Warna cat yang cerah ini juga yang akan memberi kemudahan bagi Anda untuk memilih perabot warna apapun. Karena warna cerah cenderung netral. Warna dinding yang paling banyak digunakan adalah putih, krem, kuning gading, dan putih tulang.
Material Alam yang Berkualitas
Jumlah material alam di negara tropis sangat melimpah. Terutama kayu dan batu. Inilah yang dimanfaatkan untuk membuat bangunan dengan desain tropis yang alami. Penggunaan kayu biasanya untuk dinding, lantai, jendela, dan pintu. Sedangkan batu alam sering menjadi pilihan untuk membuat ornamen natural.
Penambahan Taman Pada Rumah
Taman tidak hanya sebagai hiasan saja. Tapi juga sebagai cara untuk memperkaya oksigen di area rumah dari tanaman hijau yang ada di dalamnya. Masyarakat tropis sering menambahkan taman pada area rumah. Selain memberi kesan homy, taman juga akan memberi kesan rumah yang sejuk.
Penggunaan Kusen UPVC
Ada pilihan lain jika ada keterbatasan kayu, Anda bisa memilih kusen UPVC kamar mandi, kamar tidur, atau bahkan untuk pintu utama. Selain memiliki bahan yang kuat dan ramah lingkungan, kusen UPVC juga memiliki motif kayu. Bisa memberi kesan rumah tropis yang nyaman dan natural.
Nah, itulah beberapa ciri rumah arsitektur tropis. Penggunaan kusen UPVC akan menghemat material kayu yang semakin hari semakin menipis. Ini merupakan alternatif yang tidak hanya memberi kesan estetika terbaik. Tapi juga menghemat biaya pengadaan material alam terutama kayu yang harganya semakin mahal.





